Pages

Subscribe:

Minggu, 27 Mei 2012

Mentalitet Pembangunan



·      Hal – hal yang dapat menjadikan mentalitet  pembangunan:
1.      Nilai  budaya yang berorientasi ke masa depan akan mendorong manusia untuk melihat dan dan merencanakan masa depandengan lebih baik, lebih seksama, teliti, berhati-hati dan berhemat untuk mengakumulasi modal untuk pembangunan.
2.      Sifat hemat
3.      Eksplorasi dan eksploitasi yang terencana dan terukur
4.      Pandangan hidup yang menilai tinggi achievement dari karya
5.      Kurang berorientasi vertical, percaya diri, berani bertanggung jawab.

·      Kelemahan mentalitet kita untuk pembangunan
1.      konsepsi berdasakan sistem nilai budaya kita sejak lama (asli)
2.      konsepsi pandangan dan sikap mental  sejak zaman revolusi
a.       hakekat hidup dan karya
b.      presepsi waktu
c.       hakekat hubungan manusia dan alam
d.      hubungan manusia dengan sesamanya
bangga menjadi Negara yang berdaulat, revolusi telah membawa kerusakan fisik dan mental masyarakat kita. Maka akibatnya, usaha rehabilitas prasarana ekonomi diabaikan dan jalan-jalan, jembatan, tranfortasi semakin rusak sehingga keberantakan ekonomi semakin bertambah. Kelemahan ini bersumber pada kehidupan penuh keragu-raguan dan kehidupan tanpa pedomandan tanpa oeientasi yang tegas, seperti: sifat mentalitet yang meremehkan mutu , mentalitet yang suka menerabas, tidak percaya diri, tidak disiplin, dan mengabaikan rasa tanggung jawab.



Manusia sebagai Mahluk Individu

=> Manusia sebagai Mahluk individu
         Individu berasal dari kata  in devided yang artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Manusia lahir                      sebagai mahuk individual yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa raga. Dalam perkembangannya, manusia sebagai mahluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemampuan kecakapannya. hal ini disebabkan karena manusia memiliki karakteristik sendiri. ia memiliki sifat, watak, keinginan, dan cita-cita yang berbeda satu sama lain.
        Secara teori kepribadian manusia dapat berubah dan tidak berubah. Dalam hal ini dapat dikatakan berubah karena kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu. Sedangkan dikatakan tidak berubah yakni kepribadian adalah ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitassebagai mahluk individu yang khas.

- Unsur-unsur kepribadian
1.  Pengetahuan 
    adalah segala sesuatu yang kita ketahui sebagai hasil penggunaan panca indra (unsur-unsur akal yang mengisi alam jiwa). Dalam pengetahuan ini terdiri dari beberapa yakni presepsi, apersepsi, pengamatan, konsep, dan fantasi. 
2. Perasaan 
    adalah suatu keadaan dimana kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan posif atau negatif.
3. Drive (dorongan)  

- Pengaruh pertumbuhan dan Perkembangan Individu
1. pandangan Nativistik      : dipengaruhi oleh dari individu sendiri
2. Pandangan Empiristik     : dipengaruhi oleh lingkungan
3. Pandangan Konvergensi : dipengaruhi oleg diri sendiri dan lingkungan



=> Manusia sebagai Mahluk Sosial
     Manusia tidak hanya sebagai mahluk individu saja. Dalam menjalani kehidupannya akan bersama dan tergantung pada manusia lainnya. Manusia saling membutuhkan dan bersosialisasi satu sama lain. sehingga menurut kodratnya manusia adalah mahlik sosial atau mahlik bermasyarakat. 

Manusia dan Peradaban

      Peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu pada masyarakat, yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, dan spiritual.Ketika peradabannya tinggi, maka secara otomatis tingkat intelektual, keindahan, teknologi dan spiritualnya pun tinggi.Karena, peradaban yang tinggi membutuhkan ilmu pengetahuan yang tinggi.
       Ketika perkembangannya kebudayaan mencapai puncaknya berwujud, unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, dan luhur.Maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.
      Peradaban memiliki kaitan erat dengan kebudayaan.Kebudayaan hakikatnya adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia.Dengan kemampuan cipta (akal), manusia mampu menghasilkan ilmu pengetahuan.Sedangkan kemampuan rasa manusia melalui alat-alat inderanya menghasilkan berbagai bentuk seni dan bentuk-bentuk kesenian.Dan dengan kemampuan karsa, manusia menghendak kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan kebahagiaan sehingga menghasilkan berbagai aktivitas hidup manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
     Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, dan tingkat pendidikan.Kemampuan teknologi menjadikan bangsa itu dianggap lebih maju dari bangsa-bangsa lain pada zamannya.Dan kemampuan teknologi itu dapat dilihat dari infrastruktur bangunan, sarana yang dibuat, lembaga yang dibentuk, dan lain-lain.Saat ini, Indonesia sudah mencapai tingkat kebudayaan yang tinggi karena infrastrukturnya pun bagus berupa bangunan-bangunan yang megah, indah, juga jembatan-jembatan yang besar, dan lain-lain.
    Subjek dari pelaku peradaban adalah manusia.Manusia adalah makhluk yang beradab sebab dianugrahi harkat, martabat, serta potensi kemanusiaan yang tinggi.Namun terkadang, dalam perkembangannya, manusia juga bisa jatuh dalam perilaku kebadaban, karena tidak mampu menyeimbangkan atau mengendalikan cipta, rasa, dan karsa yang dimilikinya, dan itu disebabkan oleh tidak adanya korelasi dengan agama.
 

Sabtu, 26 Mei 2012

Manusia dan Lingkungan


Manusia adalah mahluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan-aturan Tuhan.
Lingkungan merupakan suatu media dimana mahluk hidup tingal, mencari penghidupan dan memiliki karakter serta fungsi karakter yang khas.
Relasi manusia dan lingkungan adalah yang timbal balik dan simbiotik mutualisme. Hal ini disebabkan karena manusia hidup di alam lingkungan hidup dan alam sebagai lingkungan hidup juga membutuhkan manusia sebagai pelestariannya. Maka dapat di katakan mausia butuh alam untuk kehidupannya dan alam juga membutuhkan manusia untuk pelestariannya.
 Kita ketahui dalam al-Quran tertulis firman alloh tentang manusia dan lingkungan yang berbunyi “wa idzqala rabbuka lil malaikati inni ja’ilun fi al ardhi khalifah”. Yang artinya : “dan ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat, sesungguhnya aku akan menciptakan khalifah di dunia”.  Oleh sebab itu di dalam konsep islam, maka terdapat 2 fungsi manusia dlam kehidupannya,yakni:
1.      Sebagai abdun atau hamba Alloh. Maka di sini fungsi manusia adalah untuk melakukan pengabdian.
2.      Sebagai khalifah atau wakil Alloh dibumi. Maka memilki fungsi amanah, tanggungjawab, wewnang, kebebasan nementukan pilihan dan kreavitas akal. Sehingga di sini fungsi manusia lebih banyak untuk di luar dirinya, manusia lain dan alam seluruhnya.



Manusia dan Cinta Kasih


     Cinta kasih, kasih sayang, pemujaan, kemesraan, belaskasihan merupakan bagian dari hidup manusia.Kehidupan yang dipenuhi rasa cinta kasih, kasih sayang dapat membangkitkan kreatifitas manusia.Menurut kamus bahasa Indonesia W.J.S. Poerwadarmita, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
    Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.Sedangkan kasih artinya perasaan sangat sayang atau sangat menaruh belas kasihan.Dengan demikian cita kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang disertai dengan menaruh belas kasihan.
      Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih.Cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.
       Cinta pun seringkali dibumbui dengan hawa nafsu.Terdapat perbedaan antara cinta dan nafsu.Cinta bersifat manusiawi, rohaniah, dan menunjukka perilaku memberi, sedangkan nafsu bersifat jasmaniah dan cenderung menuntut.
Cinta yang diungkapkan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki tiga unsur, yaitu: Keterikatan,  Keintiman,  Kemesraan.
      Cinta kasih dapat menimbulkan dua hal, yaitu kehidupan yang homohumanus dan kehidupan yang dehumansasi. Cinta kasih yang dapat menciptakan kepada kehidupan homohumanus adalah cinta kasih yang diselimuti oleh selimut cinta berupa agama, norma, moral dan nilai.
          Sedangkan cinta kasih yang menciptakan kehidupan dehumanisasi (pengurangan arti nilai kemanusiaan) adalah cinta kasih yang selimut cintanya sudah terlepas. Mereka mengabaikan nilai agama, moral, dan norma sehingga tidak ada lagi perasaan suka, kemesraan dan belas kasihan. Contohnya akibat cinta hilang, wanita hamil, dan berakibat pada perilaku membunuh.
           Macam-macam cinta ; Romantic love (eros), Playing love (ludic),  Possessive love (maniac, ingin memiliki), Premarital (hubungan seks sebelum nikah),  Extra marital (hubungan seks sesudah nikah, selingkuh),  Incest (hubungan seksual antara adik kakak),  Adultery (salah satu pasangan sudah. menikah, jinah)

          Dalam keuntuhan cinta harus dituntut  Rasa tanggung jawab, pengorbanan , kejujuran saling , percaya  pengertian dan saling terbuka

Prasangka


      Prasangka adalah kecenderungan untuk berespon, baik secara positif atau negative terhadap orang, objek atau situasi.Sikap seseorang bisa diketahui setelah adanya tingkah laku.Ada dua prasangka, yaitu prasangka negative dan prasangka positif. Adanya prasangka negative muncul ketika objek sikap berperilaku negative (mencurigakan) dan subjek sikap belum mengetahui objek sikap. Sedangkan adanya prasangka positif muncul ketika objek sikap berperilaku positif dan subjek sikap sudah mengetahui objek sikap.

Konsep Keadilan

     Keadilan adalah keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Menurut Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia kelayakan diartikan sebagai titik tengah  diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Sedangkan menurut Plato, keadilan di proyeksikan pada orang-orang yang adil yakni orrang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
       Keadilan  merupakan kebutuhan umat manusia, karena dengan keadilan kesadaran adanya hak yang sama bagi setiap warga negara, adanya kewajiban yang sama. hak dan kewajiban untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran.
     Di sini akibat ketidakadilan adalah kehancuran bagi dirinya dan orang lain serta terciptanya kedzaliman, yaitu terciptanya keadaan yang tidak lagi menghormati dan menghargai hak-hak orang lain, sewenang-wenang merampas hak orang lain demi keserakahan dan kepuasan nafsu.

  • Manusia dan Penderitaan
     Penderitaan berasal dari kata derita. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak   menyenangkan.Dalam penderitaan akan mempunyai pengaruh bermacam-macan yakni sikap positif dan sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan tidak bahafia yang mengakibatkan seseorang tidak punya gairah. Sedangkan sikap positif yakni sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, karena penderitaan hanyalah bagian dari hidup.
  • Manusia dan Padangan Hidup (WORLDVIEW)
          Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbanagan itu merupakan  hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan Hidup pada dasarnya mempunyai 4 unsur yakni; cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan.
  • Manusia dan Keindahan
          Keindahan berasal dari kata indah  yang berati bagus, cantik molek. keindahan identik dengan kebenaran. Segala yang indah selalu mengandung kebenaran, namun meskipun kelihatan nya indah tetapi tidak mempunyai unsur kebenaran, maka prinsip itu tidak indah. 



Pengikut